Info Persamaan Transistor 2202 Paling Lengkap

Posted on

Persamaan transistor 2202 – Di post kali ini saya ingin berbagi informasi datasheet, persamaan dan fungsi transistor 2202 pada rangkaian elektronika. Transistor 2202 adalah transistor bipolar jenis PNP yang bisa digunakan di berbagai jenis sistem dan proyek elektronika.

Transistor merupakan salah satu jenis komponen elektronika aktif yang banyak digunakan terutama pada sirkuit elektronika penguat sinyal dan switching daya. Kegunaan utama komponen ini adalah untuk memperkuat tegangan maupun arus listrik hingga beberapa kali lipat.

Tiap tipe transistor yang ada pada rangkaian elektronika diberi pengenal berupa sistem kode huruf dan angka yang disematkan oleh produsen pembuatnya. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara satu transistor dengan transistor lainnya. Karena setiap transistor yang dibuat memiliki sifat , karakteristik dan kemampuan yang tidak sama.

Biasanya teman teman bisa mendapatkan transistor dengan mudah di berbagai toko elektronika yang ada di sekitar kita maupun lewat toko online. Namun ada kalanya kita tidak dapat memperoleh transistor dengan nomor atau jenis tertentu sesuai kebutuhan. Untuk mengatasi hal seperti ini kita bisa menggunakan tr pengganti atau transistor equivalent yang memiliki karakteristik yang sama.

Deskripsi Transistor 2202

Transistor 2202 adalah transistor umum yang dapat dijumpai pada bermacam macam sirkuit elektronika, baik berupa proyek elektronika mahasiswa, pelajar maupun perangkat elektronika komersil. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, transistor 2202 termasuk ke dalam golongan transistor bipolar jenis PNP dengan tingkat penguatan sinyal yang cukup lumayan.

Tampilan komponen elektronika ini dikemas dalam bentuk paket kemasan plastik TO-92 yang kompak . Ada beberapa pabrik yang membungkus tr jenis ini dalam bentuk paket kemasan yang berbeda . Tapi secara umum transistor 2202 dipasarkan dalam kemasan TO-92.

Nilai penguatan sinyal atau gain yang dimiliki tr ini cukup baik, yaitu sekitar 100. Dengan nilai penguatan sebesar ini kita dapat mengaplikasikan komponen aktif ini di sistem penguat sinyal di bagian pre amp. Hanya saja kita sebaiknya memperhitungkan cara pemberian tegangan bias pada pin basis transistor supaya tidak berlebihan karena dapat mengakibatkan transistor cepat panas.

Beban arus maksimal komponen ini mencapai 1A dengan besar tegangan kolektor – emitornya mencapai 400 Volt. Karena itu bisa digunakan di rangkaian switching daya untuk menangani beban maksimum sebesar 1A.

Daftar Persamaan Transistor 2202

Ada beberapa transistor equivalent yang bisa menggantikan transistor 2202, karena memiliki karakteristik dan spesifikasi tegangan yang mirip . Berikut ini merupakan contoh beberapa persamaan transistor 2202 selengkapnya :

  • STA412A
  • STA413A
  • STA421A
  • STA431A
  • STA434A
  • RN1210
  • RN1211
  • RN2201
  • BC550
  • RN2203
  • RN2205
  • RN2206
  • 3DA1360
Pos Terkait:  20 Persamaan Transistor A1015 Lebih Lengkap

Transistor pengganti 2202

Pada prinsipnya rekan teknisi dapat mengganti semua jenis transistor apapun dengan transistor lainnya, tapi dengan syarat memiliki fitur dan spesifikasi yang mirip atau lebih besar . Jadi saat kita mengganti transistor, kita tidak harus berpedoman pada transistor persamaannya saja.

Hanya saja kita perlu memperhatikan data teknis tegangan dan arus listrik maksimum yang dipunyai oleh tr pengganti atau equivalent transistor tersebut. Sebagai contoh, jika transistor yang ingin digantikan memiliki arus kolektor maksimal 0.5 A, maka kita mesti mencari transistor persamaan yang memiliki arus kolektor maksimal sebesar 0.5 A atau lebih besar .

Hal ini dengan tujuan untuk membatasi transistor beroperasi terlalu over yang akan mengakibatkan transistor cepat panas dan rusak.

Data teknis dan spesifikasi setiap transistor bisa dilihat melalui keterangan datasheet transistor itu yang disebarkan oleh pabrik pembuatnya.

Teman teman bisa mencarinya di situs alltransistor .

Susunan pin transistor pengganti

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan jika menggunakan transistor equivalent adalah mengetahui letak masing masing pin transistor pengganti yang hendak dipakai itu . mesti diketahui, letak kaki transistor pengganti tidak mesti sama dengan transistor aslinya yang akan diganti.

Karena itu kita perlu mengetahui posisi setiap pin transistor pengganti tersebut supaya tidak salah memasangnya pada sirkuit karena dapat membuat kerusakan pada transistor.

Informasi Datasheet Transistor 2202

Datasheet ialah kumpulan keterangan yang berhubungan dengan suatu peralatan elektronika. Datasheet berisi keterangan fitur, karakteristik, kemampuan dan ukuran komponen secara keseluruhan.

Dengan melihat informasi data teknis suatu komponen elektronika, maka kita bisa memperhitungkan kemampuan dan fungsi komponen tersebut di dalam rangkaian elektronika.

Berikut ini adalah tabel informasi datasheet transistor 2202 :

JenisPNP
TipeRN2202
Kemasan Paket TO-220
Nilai Penguatan ( hfe )Max. 600
Arus Kolektor ( IC )Max. 0.1A
Tegangan Emitor – Basis ( VEB )10 V
Tegangan Kolektor – Emitor (VCB )Max. 50 V
Tegangan Kolektor – Basis ( VCB )Max. 50 V
Disisipasi Kolektor0.3 W
Frekuensi Transisi200 MHz
Nilai Noise2 dB
Suhu kerjaMax. 150 °C

Konfigurasi Pin Transistor 2202

Susunan pin transistor 2202 bisa dilihat pada gambar dan keterangan tabel dibawah ini :

persamaan transistor 2202
Nomo PinNamaKeterangan
1BasisPengendali bias transistor
2KolektorAliran arus ke kolektor transistor
3EmitorAliran arus ke emitor transistor

Fungsi Transistor 2202

Manfaat transistor secara umum adalah sama, yaitu bisa digunakan sebagai switching atau sebagai penguat arus maupun tegangan. Maksudnya kita tidak selalu mengoperasikan transistor sebagai penguat sinyal saja seperti pada sirkuit amplifier, akan tetapi kita pun bisa menggunakan transistor sebagai saklar atau switching.

Pos Terkait:  Datasheet dan Persamaan Transistor D965

Aplikasi transistor pada rangkaian elektronika, baik sebagai penguat maupun sebagai saklar bisa dipraktikkan dengan cara mengatur pemberian arus bias basis transistor tersebut. Agar lebih jelas, silahkan simak ulasan berikut ini :

Transistor 2202 sebagai saklar

Untuk menjadikan transistor supaya dapat dipakai sebagai saklar, maka kita mesti memberikan tegangan bias pada basis transistor melebihi tegangan breakdown transistor tersebut . Umumnya tegangan breakdown atau tegangan tembus transistor ialah 0.3 V sampai 0.7 V.

Saat kita memberikan tegangan bias basis diatas batas tegangan tembusnya, maka transistor akan berada dalam kondisi saturasi. Dimana pada kondisi ini , resistensi kolektor – emitor sangat rendah bahkan mendekati nol. Karena itu memungkinkan terjadinya aliran arus listrik diantara kedua kaki transistor tersebut.

Kondisi seperti ini bisa dibayangkan seperti sebuah saklar dalam kondisi tertutup. Sehingga arus listrik bisa bebas mengalir melalui pin kolektor – emitor.

Untuk menghentikan aliran arus listrik pada kolektor – emitor dapat dilakukan dengan cara menghentikan bias tegangan pada basis transistor, sehingga transistor berada pada mode cut off atau non-aktif.

Pada keadaan ini hambatan antara terminal kolektor – emitor sangat besar, sehingga tidak mudah dilewati oleh arus listrik. Kondisi transistor seperti ini dapat diibaratkan seperti saklar dalam kondisi terbuka. Dimana arus listrik tidak dapat mengalir diantara kolektor – emitor.

Ketika kita membuat transistor sebagai saklar, maka kita harus mengatur besar arus bias pada basis transistor jangan sampai terlampau besar. Penerapan arus bias yang terlampau besar bisa mengakibatkan kerusakan pada transistor .

Umumnya arus bias basis transistor sekitar antara 10 mA hingga 100 mA tergantung data teknis transistor masing masing. Karena itu diperlukan hambatan pembatas arus pada kaki basis transistor.

Cara kerja transistor 2202

Transistor 2202 sebagai penguat

Selain dapat dioperasikan sebagai saklar, manfaat transistor 2202 lainnya adalah sebagai penguat sinyal. Transistor memiliki kemampuan untuk menguatkan sinyal yang berupa arus listrik dan tegangan sampai beberapa kali.

Contoh pengoperasian komponen ini untuk penguat adalah di dalam sirkuit sistem amplifier, baik amplifier audio maupun penguat gelombang RF .

Untuk menjadikan transistor agar berfungsi sebagai penguat, kita perlu mengendalikan kerja transistor harus berada di wilayah aktive . Dimana pada Mode ini tegangan bias basis dikendalikan pada besaran yang pas sehingga transistor tetap berada pada kondisi diantara saturasi dan cut off.

Besarnya penguatan arus atau gain yang dilakukan oleh transistor ialah perbandingan antara arus kolektor dan basis.

Gain = Arus kolektor (IC) / Arus basis (IB)

Dengan mengendalikan aliran bias basis yang sangat kecil, kita bisa memperoleh aliran arus yang jauh lebih tinggi pada keluaran transistor. Karena itu transistor digolongkan sebagai komponen elektronika aktif, karena dapat memproduksi sinyal baru yang lebih besar.

Pos Terkait:  Datasheet dan Persamaan TR C2328

Terdapat 3 macam sirkuit sistem penguat transistor yang umum digunakan di beragam sirkuit elektronika, yaitu :

  1. Sistem penguat Common Emitter
  2. Sistem penguat Common Base
  3. Sistem penguat Common Colector

Diantara ketiga sistem penguat diatas, penguat Common Emitter lebih banyak dipakai karena memiliki tingkat penguatan sinyal yang baik dengan noise yang rendah.

Contoh Penggunaan Transistor 2202

Di dalam rangkaian elektronika, transistor 2202 biasa digunakan pada sistem penguat sinyal audio dan RF pada frekuensi menengah. Spesifikasi besaran gain yang dipunyai komponen ini cocok untuk digunakan pada blok rangkaian driver maupun pre amplifier.

Walaupun begitu, tidak jarang transistor tipe ini dimanfaatkan sebagai penguat akhir pada sirkuit penguat audio mini yang bisa menggerakkan speaker berukuran kecil.

Untuk pemakaian sebagai saklar, transistor 2202 memiliki kemampuan untuk menggerakkan beban paling besar sampai 1A. Sementara itu kebutuhan arus bias basis yang kecil memungkinkan transistor ini ideal dipakai pada sistem sirkuit mikrokontroller, seperti arduino, raspberry maupun AVR.

Beberapa contoh penggunaan transistor 2202 adalah :

  1. Rangkaian driver penguat audio
  2. Sirkuit dimmer lampu LED
  3. Rangkaian pengatur kecepatan motor DC
  4. Rangkaian penguat RF
  5. Rangkaian switching daya
  6. Penguat final daya rendah
  7. Sistem regulator tegangan
  8. Sirkuit charger batere

Tips Agar Transistor Awet

Biasanya setiap transistor sudah dibentuk supaya memiliki kemampuan menangani tegangan hingga batas maksimal tertentu. Malah ada jenis transistor dengan seri tertentu yang bisa dilewati tegangan hingga ratusan Volt.

Misalnya transistor yang biasa dipasang pada rangkaian sistem switching regulator tv atau sistem horizontal televisi yang mempunyai data teknis tegangan tinggi.

Walaupun transistor dapat beroperasi dengan baik ketika diberi tegangan maksimum, tetapi semestinya kita perlu memberikan tegangan paling besar 20% dibawah batas maksimalnya saja. Hal ini bertujuan untuk menjaga supaya transistor tidak mudah rusak karena beroperasi terlalu keras.

Misalnya batas maksimum tegangan kolektor – emitor sebuah transistor adalah 100 V, maka seharusnya kita memberikan tegangan kolektor – emitor maksimum sekitar 80 V saja. Dengan begitu transistor tidak akan mudah panas dan dapat bertahan lama.

Pada jenis transistor yang mempunyai spesifikasi bekerja untuk daya besar harus memberikan pendingin yang besar untuk membuang panas secara maksimal. Karena panas transistor yang sangat tinggi akan mengurangi efektifitas kinerja transistor tersebut. Selain itu, paparan suhu panas yang tinggi dapat menyebabkan transistor mudah mati .

Kesimpulan

Pada dasarnya , kita dapat mengganti semua transistor dengan jenis lainnya yang Mempunyai | memiliki} data teknis dan spesifikasi tegangan yang setara atau lebih tinggi. Kita tidak harus selalu mengganti transistor dengan tipe atau nomor seri yang sama aja , karena belum pasti tr pengganti tersebut ada di pasaran.

Hal lain yang sebaiknya diperhatikan adalah, kita tidak dapat mengganti transistor golongan bipolar dengan transistor mosfet atau sebaliknya. Karena kedua tipe transistor tersebut secara struktur dan karakteristik tidak sama . Gantilah transistor bipolar dengan golongan transistor bipolar lainnya, dan transistor mosfet diganti dengan kelompok transistor mosfet juga.

Sebaiknya juga diingat bahwa transistor pengganti tidak 100% sama persis dengan transistor aslinya. Transistor persamaan merupakan transistor yang mempunyai kemiripan fitur dan spesifikasi tegangan dengan transistor aslinya.

Demikian artikel persamaan transistor 2202 serta datasheet dan contoh penggunaannya di rangkaian elektronika. Semoga bermanfaat.

Pos Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *