Data Persamaan Transistor D667 Lengkap

Posted on

Persamaan transistor D667 – Pada post kali ini saya ingin membagikan informasi datasheet, persamaan dan fungsi transistor 667 di rangkaian elektronika. Transistor 667 ialah transistor bipolar jenis PNP yang biasa digunakan di beragam jenis sirkuit dan proyek elektronika.

Transistor merupakan salah satu jenis komponen elektronika aktif yang sering digunakan terutama pada sistem elektronika penguat sinyal dan switching daya. Peran utama komponen ini ialah untuk menguatkan tegangan maupun arus listrik sampai beberapa kali lipat.

Tiap jenis transistor yang ada pada rangkaian elektronika diberikan penanda berupa susunan kode huruf dan nomor yang disematkan oleh produsen pembuatnya. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara satu transistor dengan transistor lainnya. Karena setiap transistor yang dibuat memiliki fitur, karakter dan kemampuan yang berbeda beda .

Secara umum kalian bisa mendapatkan transistor dengan mudah di banyak toko elektronika yang ada di sekitar kita atau lewat toko online. Namun ada kalanya kita tidak dapat menemukan transistor dengan nomor atau jenis tertentu sesuai kebutuhan. Untuk mengatasi hal seperti ini kita bisa menggunakan transistor pengganti atau transistor equivalent yang mempunyai fitur yang sama.

Deskripsi Transistor D667

Transistor 667 adalah transistor biasa yang bisa dijumpai pada bermacam macam rangkaian elektronika, baik berupa proyek elektronika mahasiswa, pelajar maupun perangkat elektronika komersil. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, transistor D667 termasuk ke dalam golongan transistor bipolar jenis NPN dengan tingkat penguatan sinyal yang cukup besar .

Tampilan komponen ini dikemas dalam bentuk paket kemasan plastik TO-92 yang ringkas . Ada beberapa produsen yang mengemas tr tipe ini dalam tampilan paket kemasan yang berbeda . Akan tetapi secara umum transistor 667 dipasarkan dalam kemasan TO-92.

Besar penguatan sinyal atau gain yang dimiliki transistor ini cukup baik, yaitu sekitar 100. Dengan kemampuan penguatan sebesar ini kita bisa mengaplikasikan komponen aktif ini pada sirkuit penguat sinyal di bagian buffer . Hanya saja kita sebaiknya memperhitungkan cara pemberian tegangan bias pada pin basis transistor supaya tidak berlebihan karena bisa membuat transistor mudah panas.

Beban arus maksimal transistor ini mencapai 1A dengan besar tegangan kolektor – emitornya hingga 80 Volt. Karena itu ideal untuk dipakai pada sistem switching daya untuk mengangkat beban hingga sebesar 1A.

Daftar Persamaan Transistor 667

Ada beberapa transistor equivalent yang bisa menggantikan tr 667, karena memiliki karakteristik dan spesifikasi tegangan yang mirip . Berikut ini merupakan contoh beberapa persamaan transistor 667 selengkapnya :

  • 2SC2383
  • 2SC3228
  • KSC2383
  • KTC3228
Pos Terkait:  Tabel Persamaan Transistor B647 Paling Lengkap

Transistor pengganti 667

Sebenarnya rekan teknisi bisa mengganti semua tipe transistor apapun dengan transistor lainnya, tapi dengan syarat mempunyai sifat dan data teknis yang sepadan atau lebih besar . Jadi ketika kita mengganti transistor, kita tidak perlu berpedoman pada transistor persamaannya aja .

Akan tetapi kita harus memeriksa spesifikasi tegangan dan arus listrik paling tinggi yang dipunyai oleh transistor pengganti atau transistor equivalent tersebut. Sebagai contoh, jika transistor yang ingin diganti memiliki arus kolektor paling tinggi 0.5 A, maka kita harus mencari transistor persamaan yang mempunyai arus kolektor maksimal sebesar 0.5 A atau lebih tinggi.

Hal ini dengan tujuan untuk membatasi transistor bekerja terlalu keras yang dapat menyebabkan transistor cepat panas dan rusak.

Data teknis dan spesifikasi setiap transistor bisa dilihat lewat informasi datasheet transistor itu yang disebarkan oleh produsen pembuatnya.

Anda dapat mencarinya di situs datasheet4you .

Susunan pin transistor pengganti

Hal lain yang perlu diperhatikan saat menggunakan transistor pengganti adalah mengetahui posisi masing masing pin transistor pengganti yang akan dipakai tersebut. mesti diketahui, posisi pin transistor pengganti tidak selalu sama dengan tr aslinya yang akan diganti.

Karena itu kita mesti mengetahui posisi setiap pin transistor pengganti itu agar tidak keliru memasangnya pada sirkuit karena dapat mengakibatkan kerusakan pada transistor.

Informasi Datasheet Transistor 667

Datasheet ialah kumpulan keterangan yang berhubungan dengan suatu peralatan elektronika. Datasheet berisi keterangan fitur, karakteristik, kemampuan dan ukuran komponen secara keseluruhan.

Dengan mengetahui informasi datasheet suatu komponen elektronika, maka kita dapat memperhitungkan kekuatan dan fungsi komponen tersebut di dalam rangkaian elektronika.

Di bawah ini adalah tabel keterangan datasheet transistor 667 :

JenisNPN
Tipe2SD667
Kemasan Paket TO-92
Nilai Penguatan ( hfe )Max. 320
Arus Kolektor ( IC )Max. 1A
Tegangan Emitor – Basis ( VEB )5 V
Tegangan Kolektor – Emitor (VCB )Max. 80 V
Tegangan Kolektor – Basis ( VCB )Max. 120 V
Disisipasi Kolektor0.9 W
Frekuensi Transisi140 MHz
Nilai Noise– dB
Suhu kerjaMax. 150 °C

Susunan Pin Transistor 667

Susunan kaki transistor 667 dapat dilihat pada gambar dan keterangan tabel dibawah ini :

persamaan transistor 667
Nomo PinNamaKeterangan
1BasisPengendali bias transistor
2KolektorAliran arus ke kolektor transistor
3EmitorAliran arus ke emitor transistor

Fungsi Transistor 667

Manfaat transistor secara umum adalah sama, yaitu dapat digunakan sebagai switching atau sebagai penguat arus atau pun tegangan. Artinya kita tidak harus memfungsikan transistor sebagai penguat sinyal aja seperti pada sirkuit amplifier, namun kita juga dapat mengaplikasikan transistor sebagai saklar atau switching.

Pos Terkait:  Persamaan Mosfet IRFZ44N

Penggunaan transistor pada rangkaian elektronika, baik sebagai penguat maupun sebagai saklar bisa dioperasikan dengan cara mengatur pemberian tegangan bias basis transistor tersebut. Untuk lebih jelas, silahkan simak penjelasan berikut ini :

Transistor 667 sebagai saklar

Untuk membuat transistor agar bisa dioperasikan sebagai saklar, maka kita harus memberikan tegangan bias pada basis transistor melebihi tegangan breakdown transistor tersebut . Umumnya tegangan breakdown atau tegangan tembus transistor ialah 0.3 V sampai 0.7 V.

Jika kita menerapkan tegangan bias basis diatas batas tegangan tembusnya, maka transistor akan masuk dalam keadaan saturasi. Dimana pada keadaan ini , hambatan kolektor – emitor sangat rendah bahkan mendekati nol. Sehingga memungkinkan terjadinya aliran arus listrik pada kedua pin transistor itu .

Kondisi seperti ini bisa dianalogikan seperti sebuah saklar dalam keadaan terhubung . Sehingga arus listrik bisa bebas mengalir diantara terminal kolektor – emitor.

Untuk menstop aliran arus listrik pada kolektor – emitor dapat dilakukan dengan cara memutus bias tegangan pada basis transistor, sehingga transistor berada pada keadaan cut off atau non-aktif.

Pada mode ini hambatan antara kaki kolektor – emitor sangat besar, sehingga tidak mudah dilewati oleh arus listrik. Kondisi transistor seperti ini dapat digambarkan seperti saklar dalam kondisi terbuka. Dimana arus listrik tidak dapat mengalir diantara kolektor – emitor.

Saat kita membuat transistor sebagai saklar, maka kita harus memperhitungkan besar arus bias pada basis transistor tidak boleh sampai terlampau besar. Pemberian arus bias yang terlalu besar bisa mengakibatkan kerusakan pada transistor .

Biasanya arus bias basis transistor sekitar antara 10 mA sampai 100 mA tergantung spesifikasi transistor masing masing. Karena itu dipasang hambatan pembatas arus pada kaki basis transistor.

Cara kerja transistor 667

Transistor 667 sebagai penguat

Selain bisa digunakan sebagai saklar, kegunaan transistor 667 lainnya yaitu sebagai penguat sinyal. Transistor memiliki kemampuan untuk menguatkan sinyal yang berupa arus listrik dan tegangan mencapai beberapa kali.

Contoh pemanfaatan tr untuk penguat adalah pada rangkaian sistem amplifier, baik amplifier audio maupun penguat gelombang radio.

Untuk menjadikan transistor agar berfungsi sebagai penguat, kita harus mengatur kerja transistor supaya berada di wilayah aktive . Dimana pada kondisi ini tegangan bias basis diatur pada nilai yang tepat sehingga transistor tetap berada pada kondisi diantara saturasi dan cut off.

Besarnya penguatan arus atau gain yang dilakukan oleh transistor ialah perbandingan antara arus kolektor dan basis.

Gain = Arus kolektor (IC) / Arus basis (IB)

Dengan mengatur aliran bias basis yang sangat kecil, kita bisa mendapatkan aliran arus yang jauh lebih tinggi pada keluaran transistor. Oleh karena itu transistor digolongkan sebagai komponen elektronika aktif, karena mampu memproduksi sinyal baru yang lebih tinggi .

Pos Terkait:  Tabel Persamaan Transistor Lengkap

Terdapat 3 bentuk susunan sistem penguat transistor yang umum digunakan pada bermacam sirkuit elektronika, yaitu :

  1. Sistem penguat Common Emitter
  2. Sistem penguat Common Base
  3. Sistem penguat Common Colector

Diantara ketiga konfigurasi penguat diatas, penguat Common Emitter lebih banyak digunakan karena memiliki tingkat penguatan sinyal yang baik dengan noise yang rendah.

Contoh Penggunaan Transistor 667

Di dalam sistem elektronika, transistor 667 sering digunakan pada sistem penguat sinyal audio dan RF dengan frekuensi menengah. Spesifikasi nilai gain yang dimiliki tr ini cocok untuk dipakai pada bagian rangkaian driver maupun pre amplifier.

Walaupun begitu, tidak jarang transistor seri ini dimanfaatkan sebagai penguat akhir di rangkaian amplifier audio mini yang mampu menggeber speaker berukuran kecil.

Untuk pengoperasian sebagai saklar, transistor 667 memiliki kemampuan untuk mengangkat beban paling besar sampai 1A. Sementara itu kebutuhan arus bias basis yang kecil memungkinkan komponen ini ideal digunakan pada sistem sirkuit mikrokontroller, seperti arduino, raspberry maupun AVR.

Beberapa contoh penggunaan transistor 667 adalah :

  1. Rangkaian driver penguat audio
  2. Rangkaian dimmer lampu LED
  3. Sirkuit pengatur speed motor DC
  4. Sistem penguat RF
  5. Sistem switching daya
  6. Penguat final daya rendah
  7. Rangkaian regulator tegangan
  8. Rangkaian charger batere

Tips Agar Transistor Awet

Biasanya setiap transistor sudah didesain agar mempunyai kemampuan dilewati arus hingga batas maksimal tertentu. Bahkan ada jenis transistor dengan tipe tertentu yang bisa dilalui tegangan hingga ratusan Volt.

Misalnya transistor yang biasa dipasang pada sirkuit sistem switching inverter atau sirkuit horizontal televisi yang mempunyai data teknis tegangan tinggi.

Meskipun transistor mampu berfungsi dengan baik saat diberi tegangan maksimum, tetapi sebaiknya kita harus memberikan tegangan maksimal 20% dibawah batas maksimalnya saja. Hal ini dengan tujuan untuk menjaga supaya transistor tidak cepat rusak karena bekerja terlalu keras.

Contohnya batas maksimal tegangan kolektor – emitor sebuah transistor ialah 100 V, maka harusnya kita memberikan tegangan kolektor – emitor paling tinggi sekitar 80 V saja. Dengan begitu transistor tidak akan mudah panas dan bisa bertahan lama.

Pada tipe transistor yang mempunyai spesifikasi bekerja untuk daya besar perlu memberikan pendingin yang memadai untuk mengatasi panas secara maksimal. Karena suhu transistor yang cukup tinggi akan mengurangi efisiensi kinerja transistor itu . Selain itu, paparan suhu panas yang tinggi dapat menjadikan transistor mudah rusak.

Kesimpulan

Pada dasarnya , kita dapat mengganti semua transistor dengan tipe lainnya yang Mempunyai | memiliki} fitur dan spesifikasi tegangan yang sama atau lebih tinggi. Kita tidak perlu selalu mengganti transistor dengan jenis atau nomor seri yang sama aja , karena belum tentu transistor equivalent tersebut ada di pasaran.

Hal lain yang harus diperhatikan ialah , kita tidak bisa mengganti transistor tipe bipolar dengan transistor mosfet atau sebaliknya. Karena kedua jenis transistor itu secara desain dan karakteristik berbeda. Gantilah transistor bipolar dengan golongan transistor bipolar lainnya, dan transistor mosfet diganti dengan kelompok transistor mosfet juga.

Harus juga diketahui bahwa transistor pengganti tidak 100% sama persis dengan transistor aslinya. Transistor pengganti ialah transistor yang mempunyai kemiripan fitur dan data teknis tegangan dengan transistor aslinya.

Itulah ulasan persamaan transistor 667 serta datasheet dan contoh penerapnnya pada sirkuit elektronika. Semoga bermanfaat.

Pos Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *