Jenis LNB Parabola, Perbedaan Dan Karakteristiknya

Posted on
Jenis lnb parabola
 

Salah satu komponen dari antena parabola yang penting adalah LNB. Karena LNB berfungsi untuk menerima gelombang satelit yang dipatulkan oleh disk parabola. Meskipun terdapat banyak type LNB , namun memiliki fungsi dan cara kerja yang sama.Yang membedakan satu jenis LNB parabola dengan yang lainnya adalah bentuk dan jangkauan frekuensi yang bisa ditangkapnya.

Dengan demikian setiap jenis LNB  mempunyai karakteristik masing – masing. Karena itu LNB tidak bisa digunakan untuk menangkap frekuensi satelit yang diluar karakteristik jangkauan operasi kerjanya.

LNB parabola merupakan komponen yang di dalamnya terdapat rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengolah dan memperkuat sinyal parabola yang ditangkapnya. Untuk menjalankan fungsinya, LNB diberi pasokan daya listrik yang berasal dari receiver dan disalurkan lewat kabel antena.

Selain sebagai penyalur daya listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik LNB, kabel antena juga difungsikan sebagai saluran gelombang  dari LNB menuju receiver. Gelombang radio ini berisi data digital yang akan diolah oleh receiver sehingga menghasilkan informasi berupa gambar dan suara.

Macam Macam Jenis LNB Parabola

Berdasarkan jangkauan frekuensi yang mampu diterima, LNB bisa dikelompokkan menjadi 3 jenis :

  1. LNB C band
  2. LNB KU band
  3. LNB S band
Pos Terkait:  Frekuensi GPR Tv Terbaru Di Telkom 4

Jenis dan karakteristik dari ketiga  LNB parabola tersebut akan dijelaskan berikut ini.

LNB C Band

Secara umum LNB C band berbentuk bulat panjang seperti tabung. Biasanya terbuat dari bahan jenis logam yang agak tebal sehingga tidak mudah penyok maupun pecah. Pada salah satu sisinya terdapat rangkaian elektronika yang dilindungi oleh kotak logam juga.

Jangkauan frekuensi micro yang bisa diterima oleh LNB parabola dengan  jenis ini adalah 3,4 Ghz sampai dengan 4,2 Ghz. Jalur frekuensi ini biasa disebut dengan jalur C band. Frekuensi C band memiliki karakteristik yang baik dalam menghadapi cuaca yang jelek. Sehingga penerimaan sinyal relatif stabil meskipun dalam kondisi hujan.

 Dalam membeli LNB C band perlu diperhatikan nilai derajat kelvin  dan kemampuannya dalam menguatkan sinyal. Nilai derajat kelvin (°K) pada jenis LNB parabola C band menunjukkan kemampuan LNB dalam meredam noise atau gangguan frekuensi yang tidak diinginkan.

Makin rendah nilai derajat kelvin menandakan kemampuan LNB yang makin baik dalam mengatasi noise. Noise frekuensi bisa saja terjadi akibat letak parabola yang terlalu dekat dengan jaringan distribusi listrik ataupun jalan raya.

Kemampuan LNB dalam menguatkan sinyal satelit dinyatakan dalam satuan decibell (dB). Besarnya penguatan yang bisa dilakukan tiap LNB akan berbeda – beda. Sebagai pertimbangan carilah LNB dengan angka penguatan yang tinggi dan derajat kelvin yang rendah.

Pos Terkait:  Setting Pengaturan Antena Telkom 4 [TUTORIAL]

Pemasangan LNB C band biasanya digunakan pada parabola dengan type prime fokus atau yang memiliki titik fokus ditengah. Untuk hasil maksimal dalam penerimaan sinyal satelit dapat digunakan parabola dengan ukuran diameter minimal 6 feet dari jenis solid.

LNB KU band

LNB dengan jenis KU band sering digunakan pada parabola mini untuk menangkap frekuensi satelit jalur KU band. Jangkauan frekuensi pada jalur KU band adalah dari 10,7 GHz sampai 12,75 GHz. Frekuensi ini banyak diisi oleh siaran televisi berbayar. Walaupun ada juga channel gratis yang bisa dinikmati seperti pada media penyiaran televisi digital Ninmedia
 
Bentuk dari LNB KU band lebih kecil dibandingkan dengan LNB C band. Dalam pemasangannya pada disk parabola tidak memerlukan scalar ring. Karena konstruksi dari LNB ini sudah didesain agar bisa meredam gangguan sinyal yang tidak diperlukan.
 
Jenis LNB parabola KU band biasanya digunakan pada parabola mini dengan type offset focus. Jenis parabola seperti ini mempunyai titik fokus di tepi berbeda dengan jenis prime focus yang titik fokusnya berada di tengah lingkaran disk.
 
Jika menggunakan parabola prime fokus untuk menangkap siaran parabola KU band, maka harus menggunakan LNB KU band prime fokus.Karena secara bentuk akan berbeda dengan yang berjenis offset fokus.
 

LNB S Band

Saat ini penggunaan LNB parabola  S band sudah jarang terlihat dibandingkan jenis lainnya. Ukuran dari LNB ini besar dengan bentuk bundar. Bobotnya yang cukup berat membutuhkan tiang LNB yang kokoh agar tidak mudah goyang oleh angin.

Pos Terkait:  Prinsip Kerja Antena Parabola TV Satelit

LNB S band beroperasi pada jalur frekuensi dibawah 3000 Mhz. Saat ini pengguna jalur S band adalah tv berbayar Indovision yang sekarang berganti menjadi MNC vision. Kelebihan jalur S band yang ada di satelit SES 7 adalah ketahanan terhadap kondisi cuaca yang buruk.

Kesimpulan

Jenis LNB parabola yang ada masing – masing mempunyai jangkauan kerja dan karakteristik yang berbeda. Sehingga akan sulit untuk membandingkan mana diantara ketiganya yang paling baik.Karena masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Pos Terkait:

2 comments

  1. Saya kok jd binggung dengan penjelasan yg kontradiktif pada point derajat kelvin,..
    diblog ini dijelaskan semakin kecil nilai derajat kelvin akan semakin baik penapisan pd gangguan/interferensi signal liar, dan tidak ada penjelasan tingkat kepekaan sinyal.
    Sedangkan di blog lain dijelaskan semakin kecil nilai derajat kelvin akan semakin peka terhadap sinyal, tetapi akan semakin rentan terhadap interferensi sinyal liar..
    Kira2 mana yg benar ya…???

    1. Nilai kelvin yang kecil maka kemampuan lnb untuk mengatasi gangguan sinyal makin baik. Selain itu berarti memiliki kepekaan yang terhadap sinyal satelit makin bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *