Tabel Persamaan Transistor 13002 Paling Komplit

Posted on

Persamaan transistor 13002 – Pada artikel kali ini saya ingin berbagi informasi datasheet, persamaan dan fungsi transistor 13002 pada rangkaian elektronika. Transistor 13002 adalah transistor bipolar jenis NPN yang umum digunakan di beragam jenis sirkuit dan proyek elektronika.

Transistor adalah salah satu jenis komponen elektronika aktif yang banyak digunakan terutama pada sirkuit elektronika penguat sinyal dan switching daya. Peran utama komponen ini ialah untuk memperkuat tegangan maupun arus listrik sampai beberapa kali lipat.

Semua tipe transistor yang ada pada rangkaian elektronika diberikan pengenal berupa deretan kode huruf dan nomor yang disematkan oleh perusahaan pembuatnya. Hal ini bertujuan untuk membedakan antara satu transistor dengan transistor lainnya. Karena tiap transistor yang dibuat memiliki sifat , karakteristik dan kemampuan yang berbeda beda .

Umumnya kita bisa mendapatkan transistor dengan mudah di banyak toko elektronika yang ada di sekitar kita maupun lewat toko online. Namun ada kalanya kita tidak bisa menemukan transistor dengan nomor atau jenis tertentu sesuai kebutuhan. Untuk mengatasi hal seperti ini kita bisa menggunakan transistor pengganti atau transistor equivalent yang memiliki fitur yang sama.

Deskripsi Transistor 13002

Transistor 13002 merupakan transistor umum yang dapat dijumpai pada beragam sirkuit elektronika, baik berupa proyek elektronika mahasiswa, pelajar atau pun perangkat elektronika komersil. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tr 13002 termasuk ke dalam golongan transistor bipolar jenis NPN dengan Nilai penguatan sinyal yang cukup baik .

Tampilan komponen aktif ini dikemas dalam bentuk paket kemasan plastik TO-126 yang kompak . Ada beberapa pabrik yang mengemas tr tipe ini dalam bentuk paket kemasan yang lain. Namun secara umum transistor 13002 dipasarkan dalam kemasan TO-126.

Kemampuan penguatan sinyal atau gain yang dimiliki komponen ini cukup baik, yaitu sekitar 60. Dengan tingkat penguatan sebesar ini kita bisa mengaplikasikan komponen aktif ini di rangkaian penguat sinyal di bagian buffer . Hanya saja kita sebaiknya memperhatikan cara pemberian arus bias pada pin basis transistor agar tidak berlebihan karena dapat menyebabkan transistor mudah panas.

Beban arus maksimum transistor ini mencapai 1.5A dengan besar tegangan kolektor – emitornya mencapai 300 Volt. Karena itu cocok dipakai di sirkuit switching daya untuk mengangkat beban hingga sebesar 1.5A.

Contoh Persamaan Transistor 13002

Ada beberapa transistor persamaan yang bisa menggantikan transistor 13002, karena memiliki karakteristik dan spesifikasi tegangan yang sepadan. Berikut ini merupakan contoh beberapa persamaan transistor 13002 selengkapnya :

  • MJE13003
  • MJE13003E
  • MJE13003G
Pos Terkait:  20 Persamaan Transistor A1015 Lebih Lengkap

Transistor pengganti 13002

Sebenarnya anda boleh mengganti semua jenis transistor apapun dengan transistor lainnya, asalkan dengan syarat mempunyai fitur dan spesifikasi yang sama atau lebih besar . Jadi jika kita mengganti transistor, kita tidak perlu berpedoman pada transistor persamaannya saja.

Hanya saja kita mesti mengecek data teknis tegangan dan arus listrik paling besar yang dimiliki oleh tr pengganti atau transistor equivalent tersebut. Sebagai contoh, jika transistor yang hendak diganti memiliki arus kolektor maksimal 0.5 A, maka kita perlu mencari transistor equivalent yang memiliki arus kolektor maksimum sebesar 0.5 A atau lebih tinggi.

Hal ini bertujuan untuk membatasi transistor beroperasi terlalu over yang bisa mengakibatkan transistor lebih cepat panas dan rusak.

Fitur dan spesifikasi setiap transistor bisa dicek melalui informasi datasheet transistor itu yang disebarkan oleh pabrik pembuatnya.

Anda bisa mencarinya di situs alldatasheet .

Susunan pin transistor pengganti

Hal lain yang seharusnya diperhatikan jika menggunakan transistor pengganti adalah mengetahui susunan masing masing pinout transistor pengganti yang ingin dipakai itu . mesti diketahui, letak kaki transistor pengganti tidak mesti sama dengan transistor aslinya yang hendak diganti.

Karena itu kita harus mengetahui posisi masing masing kaki transistor pengganti itu sehingga tidak keliru memasangnya pada rangkaian karena bisa menyebabkan kerusakan pada transistor.

Informasi Datasheet Transistor 13002

Datasheet merupakan kumpulan keterangan yang berkaitan dengan suatu peralatan elektronika. Datasheet berisi informasi fitur, karakteristik, kemampuan dan desain bentuk komponen secara keseluruhan.

Dengan melihat informasi datasheet suatu komponen elektronika, maka kita bisa menentukan kekuatan dan fungsi komponen tersebut di dalam rangkaian elektronika.

Berikut ini merupakan tabel informasi datasheet transistor 13002 :

JenisNPN
TipeMJE13002
Kemasan PaketTO-126
Nilai Penguatan ( hfe )Max. 60
Arus Kolektor ( IC )Max. 1.5A
Tegangan Emitor – Basis ( VEB )9 V
Tegangan Kolektor – Emitor (VCB )Max. 300 V
Tegangan Kolektor – Basis ( VCB )Max. 600 V
Disisipasi Kolektor40 W
Frekuensi Transisi4 MHz
Nilai Noise– dB
Suhu kerjaMax. 150 °C

Susunan Kaki Transistor 13002

Susunan pin transistor 13002 bisa dilihat pada gambar dan data tabel dibawah ini :

persamaan transistor 13002
Nomo PinNamaKeterangan
1BasisPengendali bias transistor
2KolektorAliran arus ke kolektor transistor
3EmitorAliran arus ke emitor transistor

Fungsi Transistor 13002

Kegunaan transistor secara umum adalah sama, yaitu dapat dipakai sebagai switching atau sebagai penguat arus maupun tegangan. Artinya kita tidak selalu menggunakan transistor sebagai penguat sinyal saja seperti pada rangkaian amplifier, namun kita juga dapat menerapkan transistor sebagai saklar atau switching.

Pos Terkait:  Datasheet dan Persamaan Transistor TIP 42

Penggunaan transistor di dalam rangkaian elektronika, baik sebagai penguat atau pun sebagai saklar dapat dipraktikkan dengan cara mengatur pemberian tegangan bias basis transistor tersebut. Untuk lebih jelas, silahkan simak ulasan berikut ini :

Transistor 13002 sebagai saklar

Untuk menjadikan transistor agar dapat difungsikan sebagai saklar, maka kita harus memberikan tegangan bias pada basis transistor melebihi tegangan breakdown transistor itu. Umumnya tegangan breakdown atau tegangan tembus transistor ialah 0.3 V sampai 0.7 V.

Jika kita mensupplai tegangan bias basis melampaui batas tegangan tembusnya, maka transistor akan berada dalam keadaan saturasi. Dimana pada kondisi ini , resistensi kolektor – emitor sangat rendah sampai mendekati nol. Sehingga memungkinkan terjadinya aliran arus listrik diantara kedua kaki transistor tersebut.

Keadaan seperti ini bisa digambarkan seperti sebuah saklar dalam kondisi terhubung . Sehingga arus listrik dapat bebas mengalir melalui pin kolektor – emitor.

Untuk menghentikan aliran arus listrik pada kolektor – emitor dapat dilakukan dengan cara memutus bias tegangan pada basis transistor, sehingga transistor berada pada keadaan cut off atau non-aktif.

Pada keadaan ini resistensi antara kaki kolektor – emitor sangat besar, sehingga susah dilewati oleh arus listrik. Kondisi transistor seperti ini dapat diibaratkan seperti saklar dalam kondisi tidak terhubung . Dimana arus listrik tidak bisa mengalir diantara kolektor – emitor.

Ketika kita mengoperasikan transistor sebagai saklar, maka kita sebaiknya memperhatikan besar arus bias pada basis transistor tidak boleh sampai terlampau besar. Pemberian arus bias yang terlampau besar bisa membuat kerusakan pada transistor .

Umumnya arus bias basis transistor sekitar antara 10 mA sampai 100 mA tergantung data teknis transistor masing masing. Karena itu dibutuhkan resistor pembatas arus pada kaki basis transistor.

Cara kerja transistor 13002

Transistor 13002 sebagai penguat

Selain bisa dimanfaatkan sebagai saklar, fungsi transistor 13002 lainnya ialah sebagai penguat sinyal. Transistor memiliki kemampuan untuk menguatkan sinyal yang berupa arus listrik dan tegangan hingga beberapa kali.

Contoh penggunaan tr sebagai penguat adalah di sirkuit sistem amplifier, baik amplifier audio maupun amplifier gelombang RF .

Untuk Mengoperasikan transistor agar berfungsi sebagai penguat, kita perlu menjalankan kinerja transistor harus berada pada wilayah aktive . Dimana pada keadaan ini arus bias basis dibuat pada nilai yang tepat sehingga transistor tetap berada pada kondisi diantara saturasi dan cut off.

Besarnya penguatan arus atau gain yang dilakukan oleh transistor adalah perbandingan antara arus kolektor dan basis.

Gain = Arus kolektor (IC) / Arus basis (IB)

Dengan mengatur aliran bias basis yang sangat kecil, kita bisa memperoleh aliran arus yang jauh lebih besar pada output transistor. Oleh karena itu transistor dikelompokkan sebagai komponen elektronika aktif, karena bisa memproduksi sinyal baru yang lebih tinggi .

Pos Terkait:  Datasheet dan Persamaan Transistor 2N2905

Terdapat 3 jenis susunan sistem penguat transistor yang sering digunakan pada beragam sirkuit elektronika, yaitu :

  1. Sistem penguat Common Emitter
  2. Sistem penguat Common Base
  3. Sistem penguat Common Colector

Diantara ketiga susunan penguat diatas, penguat Common Emitter lebih banyak digunakan karena mempunyai kemampuan penguatan sinyal yang baik dengan noise yang rendah.

Contoh Penggunaan Transistor 13002

Di dalam rangkaian elektronika, transistor 13002 sering dipakai pada sistem penguat sinyal audio dan RF pada frekuensi menengah. Spesifikasi angka gain yang dipunyai transistor ini ideal untuk dipakai pada bagian rangkaian driver atau pun pre amplifier.

Meski begitu, tidak jarang transistor seri ini dipakai sebagai penguat final di sirkuit amplifier audio mini yang dapat menggeber speaker berukuran kecil.

Untuk penggunaan sebagai saklar, transistor 13002 memiliki kemampuan untuk mengangkat beban maksimum mencapai 1A. Sementara itu kebutuhan tegangan bias basis yang kecil memungkinkan komponen ini ideal dioperasikan pada sistem rangkaian mikrokontroller, seperti arduino, raspberry maupun AVR.

Beberapa contoh penerapan transistor 13002 adalah :

  1. Rangkaian driver penguat audio
  2. Rangkaian dimmer lampu LED
  3. Sirkuit pengendali speed motor DC
  4. Sirkuit penguat RF
  5. Sirkuit switching daya
  6. Penguat akhir daya rendah
  7. Sistem regulator tegangan
  8. Rangkaian charger batere

Tips Agar Transistor Awet

Umumnya setiap transistor sudah agar memiliki kemampuan dilewati arus hingga batas maksimal tertentu. Malah ada jenis transistor dengan seri tertentu yang bisa dilalui tegangan hingga ratusan Volt.

Misalnya transistor yang sering dipakai pada rangkaian sistem switching inverter atau sistem horizontal televisi yang memiliki spesifikasi tegangan tinggi.

Meskipun transistor bisa bekerja dengan baik ketika diberi tegangan maksimum, namun seharusnya kita perlu mensupply tegangan paling besar 20% dibawah batas maksimalnya saja. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar transistor tidak cepat rusak karena bekerja terlalu keras.

Misalnya batas maksimal tegangan kolektor – emitor sebuah transistor yaitu 100 V, maka sebaiknya kita menerapkan tegangan kolektor – emitor paling besar kira kira 80 V saja. Dengan begitu transistor tidak akan cepat panas dan mampu bertahan lama.

Pada tipe transistor yang memiliki kemampuan bekerja untuk daya tinggi perlu memasang pendingin yang memadai untuk menghilangkan panas secara maksimal. Karena suhu transistor yang sangat tinggi akan mengurangi efisiensi kinerja transistor itu . Selain itu, paparan suhu panas yang tinggi bisa mengakibatkan transistor mudah mati .

Kesimpulan

Sebenarnya , kita dapat mengganti setiap transistor dengan jenis lainnya yang Mempunyai | memiliki} fitur dan spesifikasi tegangan yang setara atau lebih besar . Kita tidak harus selalu mengganti transistor dengan jenis atau nomor seri yang sama saja, karena belum pasti transistor pengganti itu ada di pasaran.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, kita tidak dapat mengganti transistor golongan bipolar dengan transistor mosfet atau sebaliknya. Karena kedua jenis transistor itu secara desain dan karakteristik berbeda. Gantilah transistor bipolar dengan golongan transistor bipolar lainnya, dan transistor mosfet diganti dengan golongan transistor mosfet juga.

Perlu juga diingat bahwa transistor equivalent tidak 100% sama persis dengan transistor aslinya. Transistor equivalent merupakan transistor yang memiliki kesamaan fitur dan data teknis tegangan dengan transistor aslinya.

Demikian pemamparan persamaan transistor 13002 serta datasheet dan contoh aplikasinya di rangkaian elektronika. Semoga membantu .

Pos Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *