Daftar Persamaan Transistor 13003 Paling Baru

Posted on

Persamaan transistor 13003 atau E13003 – Pada artikel kali ini saya ingin membagikan informasi datasheet, persamaan dan fungsi transistor 13003 pada rangkaian elektronika. Transistor E13003 adalah transistor bipolar jenis tr NPN yang dapat digunakan di beragam jenis sirkuit dan proyek elektronika.

Transistor adalah salah satu jenis komponen elektronika aktif yang umum digunakan terutama pada sistem elektronika penguat sinyal dan switching daya. Kegunaan utama komponen ini adalah untuk memperkuat tegangan maupun arus listrik hingga beberapa kali lipat.

Tiap tipe transistor yang ada pada rangkaian elektronika mempunyai penanda berupa susunan kode huruf dan angka yang diberikan oleh pabrik pembuatnya. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan antara satu transistor dengan transistor lainnya. Karena setiap transistor yang dibuat memiliki fitur, karakter dan kemampuan yang tidak sama.

Umumnya kita bisa mendapatkan transistor dengan mudah di banyak toko elektronika yang ada di sekitar kita atau lewat toko online. Namun ada kalanya kita tidak bisa memperoleh transistor dengan nomor atau tipe tertentu sesuai kebutuhan. Untuk mengatasi masalah seperti ini kita bisa menggunakan transistor pengganti atau transistor equivalent yang mempunyai karakteristik yang sama.

Deskripsi Transistor E13003

Transistor E13003 merupakan transistor umum yang bisa ditemukan di berbagai rangkaian elektronika, baik berupa proyek elektronika mahasiswa, pelajar maupun perangkat elektronika komersil. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, transistor E13003 termasuk ke dalam golongan transistor bipolar jenis NPN dengan tingkat penguatan sinyal yang cukup besar .

Tampilan komponen aktif ini dikemas dalam bentuk paket kemasan plastik TO-126yang kompak . Ada beberapa pabrik yang membungkus tr jenis ini dalam bentuk paket kemasan yang berbeda . Tapi secara umum transistor 13003 diproduksi dalam kemasan TO-126.

Kemampuan penguatan sinyal atau gain yang dipunyai tr ini cukup baik, yaitu sekitar 40. Dengan kemampuan penguatan sebesar ini kita bisa mengaplikasikan komponen aktif ini di sistem penguat sinyal di bagian pre amp. Hanya saja kita perlu memperhitungkan cara pemberian tegangan bias pada pin basis transistor supaya tidak berlebihan karena bisa menyebabkan transistor cepat panas.

Beban arus maksimal komponen ini mencapai 5A dengan besar tegangan kolektor – emitornya mencapai 400 Volt. Karena itu bisa dipakai pada sistem switching daya untuk menangani beban hingga sebesar 5A.

Contoh Persamaan Transistor 13003

Ada beberapa transistor pengganti yang bisa menggantikan tr 13003, karena memiliki karakteristik dan spesifikasi tegangan yang sama . Berikut ini merupakan contoh beberapa persamaan transistor 13003 selengkapnya :

  • 5302D
  • BLD123D
  • BUJ101
  • BLD135D
  • BUL381D
  • BUW84
  • STL128D
  • BUW85
  • HLD133D
  • TTD1409B
Pos Terkait:  Data Persamaan Transistor D5023 Lengkap

Transistor pengganti E13003

Sebenarnya teman teman dapat mengganti semua tipe transistor apapun dengan transistor lainnya, tapi dengan syarat memiliki sifat dan spesifikasi yang mirip atau lebih besar . Jadi jika kita mengganti transistor, kita tidak mesti mengacu pada transistor persamaannya saja.

Hanya saja kita mesti memeriksa spesifikasi tegangan dan arus listrik maksimum yang dipunyai oleh tr pengganti atau transistor equivalent tersebut. Sebagai contoh, jika transistor yang hendak digantikan mempunyai arus kolektor paling tinggi 0.5 A, maka kita harus mencari transistor equivalent yang mempunyai arus kolektor maksimal sebesar 0.5 A atau lebih besar .

Hal ini dengan tujuan untuk menghindari transistor bekerja terlalu over yang dapat mengakibatkan transistor lebih cepat panas dan rusak.

Data teknis dan spesifikasi setiap transistor bisa dicek melalui informasi datasheet transistor itu yang dikeluarkan oleh produsen pembuatnya.

Teman teman dapat menemukannya di situs componentinfo .

Susunan pin transistor pengganti

Hal lain yang harus diperhatikan jika menggunakan transistor pengganti adalah mengetahui susunan masing masing kaki transistor pengganti yang hendak digunakan itu . Perlu diketahui, letak terminal transistor pengganti tidak mesti sama dengan tr aslinya yang hendak diganti.

Karena itu kita harus mengetahui posisi tiap tiap terminal transistor pengganti itu agar tidak tertukar memasangnya pada sirkuit karena akan mengakibatkan kerusakan pada transistor.

Informasi Datasheet Transistor 13003

Datasheet ialah kumpulan data teknis yang berhubungan dengan suatu peralatan elektronika. Datasheet berisi data fitur, karakteristik, kemampuan dan desain bentuk komponen secara keseluruhan.

Dengan melihat informasi data teknis suatu komponen elektronika, maka kita dapat memperkirakan kekuatan dan fungsi komponen tersebut di dalam rangkaian elektronika.

Di bawah ini merupakan tabel keterangan datasheet transistor 13003 :

JenisNPN
TipeMJE13003
Kemasan Paket TO-126
Nilai Penguatan ( hfe )Max. 40
Arus Kolektor ( IC )Max. 5A
Tegangan Emitor – Basis ( VEB )9 V
Tegangan Kolektor – Emitor (VCB )Max. 400 V
Tegangan Kolektor – Basis ( VCB )Max. 700 V
Disisipasi Kolektor40 W
Frekuensi Transisi4 MHz
Nilai Noise2 dB
Suhu kerjaMax. 150 °C

Konfigurasi Terminal Transistor 13003

Susunan pin transistor 13003 bisa dilihat pada gambar dan keterangan tabel berikut ini :

persamaan transistor 13003
Nomo PinNamaKeterangan
1BasisPengendali bias transistor
2KolektorAliran arus ke kolektor transistor
3EmitorAliran arus ke emitor transistor

Fungsi Transistor 13003

Manfaat transistor secara umum adalah sama, yaitu bisa digunakan sebagai saklar atau sebagai penguat arus atau pun tegangan. Maksudnya kita tidak selalu memfungsikan transistor sebagai penguat sinyal aja seperti pada rangkaian amplifier, akan tetapi kita pun bisa menggunakan transistor sebagai saklar atau switching.

Pos Terkait:  Persamaan Transistor C2229

Aplikasi transistor pada rangkaian elektronika, baik sebagai penguat atau pun sebagai saklar dapat dilakukan dengan cara mengendalikan pemberian arus bias basis transistor tersebut. Supaya lebih jelas, silahkan simak penjelasan berikut ini :

Transistor 13003 sebagai saklar

Untuk menjadikan transistor agar dapat difungsikan sebagai saklar, maka kita perlu memberikan tegangan bias pada basis transistor melebihi tegangan breakdown transistor itu. Umumnya tegangan breakdown atau tegangan tembus transistor adalah 0.3 V sampai 0.7 V.

Jika kita mensupplai tegangan bias basis diatas batas tegangan tembusnya, maka transistor akan berada dalam kondisi saturasi. Dimana pada kondisi ini , hambatan kolektor – emitor sangat rendah bahkan mendekati nol. Karena itu memungkinkan terjadinya aliran arus listrik pada kedua kaki transistor tersebut.

Keadaan seperti ini bisa digambarkan seperti sebuah saklar dalam keadaan terhubung . Sehingga arus listrik bisa bebas mengalir melewati kaki kolektor – emitor.

Untuk memutuskan aliran arus listrik pada kolektor – emitor dapat dilakukan dengan cara memutus bias tegangan pada basis transistor, sehingga transistor berada pada kondisi cut off atau non-aktif.

Pada mode ini hambatan antara terminal kolektor – emitor sangat besar, sehingga sulit dilewati oleh arus listrik. Keadaan transistor seperti ini dapat digambarkan seperti saklar dalam kondisi tidak terhubung . Dimana arus listrik tidak bisa mengalir diantara kolektor – emitor.

Saat kita menjadikan transistor sebagai saklar, maka kita perlu mengatur besar arus bias pada basis transistor jangan sampai terlampau besar. Penerapan arus bias yang terlampau besar dapat mengakibatkan kerusakan pada transistor .

Biasanya arus bias basis transistor berkisar antara 10 mA sampai 100 mA tergantung data teknis transistor masing masing. Karena itu dibutuhkan hambatan pembatas arus pada pin basis transistor.

Cara kerja transistor 13003

Transistor 13003 sebagai penguat

Selain dapat digunakan sebagai saklar, kegunaan transistor 13003 lainnya ialah untuk penguat sinyal. Transistor memiliki kemampuan untuk menguatkan sinyal yang berupa arus listrik dan tegangan sampai beberapa kali.

Contoh pengoperasian tr untuk penguat adalah di dalam rangkaian sistem amplifier, baik penguat audio maupun penguat gelombang RF .

Untuk menjadikan transistor agar berfungsi sebagai penguat, kita mesti mengatur kerja transistor supaya berada di wilayah aktive . Dimana pada Mode ini tegangan bias basis diatur pada besaran yang pas sehingga transistor tetap berada dalam kondisi antara saturasi dan cut off.

Besarnya penguatan sinyal atau gain yang dilakukan oleh transistor merupakan perbandingan antara arus kolektor dan basis.

Gain = Arus kolektor (IC) / Arus basis (IB)

Dengan mengendalikan aliran bias basis yang sangat kecil, kita bisa memperoleh aliran arus yang jauh lebih besar pada output transistor. Oleh karena itu transistor digolongkan sebagai komponen aktif, karena mampu menghasilkan sinyal baru yang lebih besar.

Pos Terkait:  Persamaan Mosfet IRFZ44N

Terdapat 3 macam susunan sistem penguat transistor yang umum digunakan di beragam sirkuit elektronika, yaitu :

  1. Sistem penguat Common Emitter
  2. Sistem penguat Common Base
  3. Sistem penguat Common Colector

Diantara ketiga konfigurasi penguat diatas, penguat Common Emitter lebih banyak dipakai karena memiliki potensi penguatan sinyal yang baik dengan noise yang rendah.

Contoh Penggunaan Transistor 13003

Di dalam sistem elektronika, transistor E13003 sering digunakan pada sistem penguat sinyal audio dan RF pada frekuensi menengah. Spesifikasi angka gain yang dipunyai transistor ini tepat untuk digunakan di blok rangkaian driver maupun pre amplifier.

Meski demikian , tidak jarang transistor jenis ini digunakan untuk penguat akhir di sirkuit amplifier audio mini yang mampu menggerakkan speaker berukuran kecil.

Untuk penggunaan sebagai saklar, transistor 13003 memiliki kemampuan untuk menggerakkan beban paling besar sampai 1A. Sementara itu kebutuhan tegangan bias basis yang kecil memungkinkan transistor ini dapat digunakan pada sistem rangkaian mikrokontroller, seperti arduino, raspberry maupun AVR.

Beberapa contoh penerapan transistor 13003 adalah :

  1. Sirkuit driver penguat audio
  2. Rangkaian dimmer lampu LED
  3. Rangkaian pengatur speed motor DC
  4. Rangkaian penguat RF
  5. Rangkaian switching daya
  6. Penguat final daya rendah
  7. Rangkaian regulator tegangan
  8. Rangkaian charger batere

Tips Agar Transistor Awet

Secara umum setiap transistor sudah dirancang agar mempunyai kemampuan menangani tegangan hingga batas maksimal tertentu. Malah ada jenis transistor dengan tipe tertentu yang bisa dilalui tegangan hingga ratusan Volt.

Misalnya transistor yang sering dipakai pada rangkaian sistem switching power supply atau rangkaian horizontal televisi yang mempunyai spesifikasi tegangan tinggi.

Meskipun transistor bisa bekerja dengan baik saat diberi tegangan maksimum, tetapi semestinya kita perlu mensupply tegangan maksimal 20% dibawah batas maksimalnya saja. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar transistor tidak mudah rusak karena beroperasi terlalu keras.

Contohnya batas maksimal tegangan kolektor – emitor sebuah transistor yaitu 100 V, maka harusnya kita menerapkan tegangan kolektor – emitor maksimum kira kira 80 V saja. Dengan begitu transistor tidak akan cepat panas dan mampu bertahan lama.

Pada tipe transistor yang memiliki spesifikasi bekerja untuk daya tinggi harus memberikan pendingin yang besar untuk menyerap panas secara maksimal. Karena suhu transistor yang terlalu tinggi akan mengurangi kemampuan kinerja transistor tersebut. Selain itu, paparan suhu panas yang tinggi bisa menjadikan transistor cepat mati .

Kesimpulan

Pada prinsipnya, kita dapat mengganti setiap transistor dengan tipe lainnya yang Mempunyai | memiliki} data teknis dan spesifikasi tegangan yang sama atau lebih tinggi. Kita tidak harus selalu mengganti transistor dengan jenis atau nomor seri yang sama aja , karena belum pasti tr equivalent itu ada di pasaran.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, kita tidak bisa mengganti transistor tipe bipolar dengan transistor mosfet atau sebaliknya. Karena kedua tipe transistor tersebut secara struktur dan karakteristik berbeda. Gantilah transistor bipolar dengan golongan transistor bipolar lainnya, dan transistor mosfet diganti dengan jenis transistor mosfet juga.

Perlu juga diingat bahwa transistor equivalent tidak 100% sama persis dengan transistor aslinya. Transistor equivalent merupakan transistor yang memiliki kemiripan fitur dan spesifikasi tegangan dengan transistor aslinya.

Itulah ulasan persamaan transistor 13003 serta datasheet dan contoh fungsinya di rangkaian elektronika. Semoga membantu .

Pos Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *